114 bulan

1 Quadrantids (Kuadranid)
Meteor shower
 The Quadrantids are a January meteor shower. The zenithal hourly rate of this shower can be as high as that of two other reliably rich meteor showers, the Perseids in August and the Geminids in December
 2 Geminids
Meteor shower
 The Geminids are a prolific meteor shower caused by the object 3200 Phaethon, which is thought to be a Palladian asteroid with a "rock comet" orbit. This would make the Geminids, together with the Quadrantids, the only major meteor showers not originating from a comet
3 Perseids (Perseid)
Meteor shower
 The Perseids are a prolific meteor shower associated with the comet Swift–Tuttle. The meteors are called the Perseids because the point from which they appear to hail lies in the constellation Perseus

Orionids
Meteor shower
 The Orionid meteor shower, usually shortened to the Orionids, is the most prolific meteor shower associated with Halley's Comet. The Orionids are so-called because the point they appear to come from, called the radiant, lies in the constellation Orion, but they can be seen over a large area of the sky

Meteorit Parabolis
 Meteorit ini juga merupakan pecahan dari sebuah benda di luar angkasa namun belum diketahui secara pasti apa jenis benda tersebut

Meteor Kekometan

 merupakan serpihan-serpihan dari komet maka kandungan yang dimiliki meteorit sama dengan yang dimiliki oleh komet yakni bahan- bahan penyusunnya seperti gas dan komponen- komponen padatan lainnya.

 

7  Stony-iron meteorite

 Stony-iron meteorites or siderolites are meteorites that consist of nearly equal parts of meteoric iron and silicates. This distinguishes them from the stony meteorites, that are mostly silicates, and the iron meteorites, that are mostly meteoric iron

 

8  meteorite besi
Meteorit besi adalah jenis meteorit yang bahannya sebagian besar berasal dari besi. Meteorit besi ini telah ditemukan sebanyak 4,8% dari keseluruhan meteorit-meteorit yang sudah pernah ditemukan di dunia.

 


Cirrus (Awan sirus)

 Cirrus is a genus of atmospheric cloud generally characterized by thin, wispy strands, giving the type its name from the Latin word cirrus, meaning a ringlet or curling lock of hair. This cloud can form at any altitude between 16,500 ft and 45,000 ft above sea level.

 

10

Cirrostratus
Cloud
 Cirrostratus is a high-level, very thin, generally uniform stratiform genus-type of cloud. It is made out of ice-crystals, which are pieces of frozen water. It is difficult to detect and it can make halos. These are made when the cloud takes the form of thin cirrostratus nebulosus
11
Cirrocumulus
Cloud
 Cirrocumulus is one of the three main genus-types of high-altitude tropospheric clouds, the other two being cirrus and cirrostratus. They usually occur at an altitude of 5 kilometres to 12 kilometres. Like lower altitude cumuliform and stratocumuliform clouds, cirrocumulus signifies convection
 12 Cumulonimbus (Awan kumulonimbus)

Cirrocumulus is one of the three main genus-types of high-altitude tropospheric clouds, the other two being cirrus and cirrostratus. They usually occur at an altitude of 5 kilometres to 12 kilometres. Like lower altitude cumuliform and stratocumuliform clouds, cirrocumulus signifies convection
13
Cumulus
Cloud
 Cumulus clouds are clouds which have flat bases and are often described as "puffy", "cotton-like" or "fluffy" in appearance. Their name derives from the Latin cumulo-, meaning heap or pile.
14 
Nimbostratus
Cloud
 A nimbostratus cloud is a multi-level, gray, often dark, amorphous, nearly uniform cloud that usually produces continuous rain, snow, or sleet but no lightning or thunder.
15

Stratus
Cloud
 Stratus clouds are low-level clouds characterized by horizontal layering with a uniform base, as opposed to convective or cumuliform clouds that are formed by rising thermals
16

Stratocumulus
Cloud
 A stratocumulus cloud belongs to a genus-type of clouds characterized by large dark, rounded masses, usually in groups, lines, or waves, the individual elements being larger than those in altocumulus, and the whole being at a lower height, usually below 2,000 metres
17

Altostratus
Cloud
 Altostratus is a middle altitude cloud genus belonging to the stratiform physical category characterized by a generally uniform gray to bluish-green sheet or layer. It is lighter in color than nimbostratus and darker than high cirrostratus.
18 Awan Alto Cumulus
 Altokumulus. Altokumulus (Ac) merupakan awan yang berbentuk pipih seperti gumpalan kapas. Altokumulus berasal dari bahasa Latin yaitu altus yang berarti tinggi, dan cumulus yang berarti kumpulan. ... Awan altokumulus terdiri dari butiran-butiran air dengan suhu berkisar 10° C berbentuk kristal es.
 19
 Clay (Tanah liat)

 Clay is a finely-grained natural rock or soil material that combines one or more clay minerals with possible traces of quartz, metal oxides and organic matter. Geologic clay deposits are mostly composed of phyllosilicate minerals containing variable amounts of water trapped in the mineral structure.


20
 Tanah podsolik merah kuning 
 tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang sangat rendah dan juga merupakan jenis tanah mineral tua yang memiliki warna kekuningan atau kemerahan. ... Mineral lempung yang terdapat pada tanah ini penyusunnya didominasi oleh silikat

21 
 Tanah Podsol
Salah satu tanah asing dan jarang terdengar namanya adalah tanah Podsol. Ya, tanah podsol ini merupakan salah satu jenis tanah yang ada di Inonesia. ... Tanah ini adalah tanah yang terbentuk karena adanya pengaruh curah hujan yang tinggi dan juga suhu udara yang rendah.


22


Tanah Pasir

 Tanah pasir adalah tanah dengan partikel berukuran besar. Tanah ini terbentuk dari batuan-batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butiran besar dan kasar atau yang sering disebut dnegan kerikil. Tanah pasir memiliki kapasitas serat air yang rendah karena sebagian besar tersusun atas partikel berukuran 0,02 sampai 2 mm.

 

23

Tanah Padas 

 Tanah Padas merupakan salah satu dari jenis tanah yang amat padat di karenakan mineral di dalamnya dikeluarkan oleh air yang terdapat di lapisan tanah atasnya sehingga kandungan tanah telah hilang dan sisanya terdiri dari lapukan batuan induk

 

24

 Tanah Oxisol

lapisan bumi terluar atau disebut juga permukaan bumi yang awalnya berasal dari bebatuan kemudian mengalami pelapukan sehingga membentuk partikel-partikel halus atau disebut dengan regolit.

 

25

Tanah mergel

 
Tanah mergel juga dikenal sebagai tanah marbalit. Tanah mergel atau marbalit merupakan jenis tanah yang terbentuk oleh campuran batuan kapur pasir, dan juga tanah liat. Pembentukan dari tanah mergel ini sangatlah dipengaruhi oleh keberadaan curah hujan yang tidak merata di sepanjang tahunnya.

 

26

Tanah Organosol

 Tanah organosol merupakan salah satu jenis tanah yang ada di indonesia. Tanah organosol merupakan tanah yang proses pembentukannya dari hasil pembusukkan bahan- bahan organik.


27

Tanah Kapur 

 Tanah kapur disebut juga dengan tanah mediteran, yakni salah satu jenis tanah yang tidak memiliki unsur hara, atau memiliki unsur hara namun hanya dalam jumlah yang sedikit sekali. Tanah kapur ini disebit juga dengan tanah mediteran karena memiliki atri terbentuk dari bebatuan kapur yang yang telah lapuk dan hancur.

 

 

28

 
Tanah litosol 

 merupakan jenis tanah yang mempunyai karaktersitik tertentu. ... Dikatakan sebagai anak baru karena tanah ini terbentuk ketika batuan belum sempurna mengalami pelapukan. Mempunyai penampang yang besar, berbentuk kerikil, pasir, dan bebatuan kecil. Megalami perubahan struktur atau profil dari batuan asal.

 

 

29

 Laterite (Laterit)

 Laterite is a soil and rock type rich in iron and aluminium and is commonly considered to have formed in hot and wet tropical areas. Nearly all laterites are of rusty-red coloration, because of high iron oxide content. They develop by intensive and prolonged weathering of the underlying parent rock

 

30

 

Tanah Inceptisol

 Inceptisol adalah tanah yang belum matang dengan perkembangan profil yang lebih lemah dibanding dengan tanah yang matang dan masih memiliki sifat yang menyerupai sifat bahan induknya.

 

 

31

 Tanah humus

 Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

 

32

 
Tanah grumusol 

 tanah yang terbentuk dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik yang umumnya bersifat basa sehingga tidak ada aktivitas organik didalamnya. ... Terkadang pada tanah grumusol terjadi konkresi kapur dengan unsur kapur lunak dan terus berkembang menjadi lapisan yang tebal dan keras.

 33

 

Tanah Entisol 

 Tanah entisol merupakan tanah yang masih sangat muda, yaitu baru dalam proses tingkat permulaan dalam perkembangannya, (Kata Ent berarti recent atau baru). Entisol dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horison pedogenik yang nyata.

 34

Tanah Andosol

  andosol yaitu jenis jenis tanah berwarna hitam. Menurut ilmu tanah, tanah dengan warna hitam adalah tanah vulkanis yang berasal dari gunung berapi. Penamaan andosol tidaklah sama untuk setiap negara, seperti contoh di jepang disebut dengan nama Kurobokudo yang selanjutnya berubah nama menjadi Ando soils sejak tahun 1947 oleh ahli dari Amerika Serikat. Selain itu terdapat pula istilah Volcanogeneous loams,  Prairie-like brown forest dan Allophane soils untuk menyebutkan Andosol di jepang.

 

35

Tanah Aluvial

  jenis tanah yang terbentuk karena endapan.[1] Daerah endapan terjadi di sungai, danau yang berada di dataran rendah, ataupun cekungan yang memungkin kan terjadinya endapan.[1] Tanah aluvial memiliki manfaat di bidang pertanian salah satunya untuk mempermudah proses irigasi pada lahan pertanian. [2] Tanah ini terbentuk akibat endapan dari berbagai bahan seperti aluvial dan koluvial yang juga berasal dari berbagai macam asal

 

36

 

BATU KUARSIT

 Kuarsit adalah batuan metamorf tidak berfoliasi (non-foliated) yang hampir tersusun seluruhnya oleh mineral kuarsa. Batuan ini dapat terbentuk ketika batupasir yang kaya kuarsa diubah oleh panas, tekanan, dan aktivitas kimia akibat proses metamorfosis.

 

37 batu sekis

 Sekis adalah typical dari jenis batuan metamorf, batuan ini terbentuk pada saat batuan sediment atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi. Hampir dari semua jejak jejak asli batuan ( termasuk kandungan fosil) dan bentuk bentuk struktur lapisan ( seperti layering dan ripple marks) menjadi hilang akibat dari mineral-mineral mengalami proses migrasi dan rekristalisasi. Pada batuan ini terbentuk goresan goresan yang tersusun dari mineral mineral seperti hornblende yang tidak terdapat pada batuan batuan sediment.

 

 38

 

Batuan Gneiss

 adalah salah satu batuan metamorf berjenis foliated (foliasi) yang mempunyai kesan penjajaran atau garis-garis yang disebut bands dan lensa yang tersusun dari berbagai macam mineral. Garis-garis yang ada pada batuan genes biasanya terdiri dari mineral yang mempunyai tekstur granular dan garis-garis pada batuan ini biasanya mempunyai orientasi memanjang. Batuan jenis ini merupakan batuan hasil proses metamorfosisme dari jenis batuan beku.

 

39

 
Batusabak (slate) adalah batuan metamorf homogen berbutir halus yang berfoliasi dan berasal dari batuan asal berupa batuan sedimen bertipe menyerpih yang terdiri dari lempung atau abu vulkanik yang mengalami metamorfisme regional berderajat rendah.

 

40

Pumice (Batu apung)
Rock type

 
Pumice, called pumicite in its powdered or dust form, is a volcanic rock that consists of highly vesicular rough textured volcanic glass, which may or may not contain crystals. It is typically light colored. Wikipedia

 

 

41 
Batu Obsidian

 Obsidian adalah kaca vulkanik yang terbentuk sebagai batu apung ekstrusif. Obsidian terbentuk dari ekstrusi lava felsik yang mendingin dengan cepat tanpa pertumbuhan kristal. Kaca vulkanik ini dimanfaatkan sebagai titik proyektil atau pedang pada zaman kuno, dan skalpel operasi pada zaman modern.

 

42

 

Batu Granit

 adalah salah satu jenis batuan beku yang memiliki warna cerah, butirannya kasar, tersusun dari mineral dominan berupa kuarsa dan feldspar, serta sedikit mineral mika dan amfibol. Menurut ilmu petrologi, granit didefinisikan sebagai batuan beku yang di dalamnya terkandung mineral kuarsa sebesar 10 – 50 persen dari kendungan total mineral felseik, serta mineral alkali feldspar sebanyak 65 – 90 persen dari jumlah seluruh mineral feldspar. 

 

43

 
Batu Basalt

 Basalt (/[unsupported input]bəˈsɔːlt/, /ˈbæsɒlt/, /ˈbæsɔːlt/, or /ˈbeɪsɔːlt/) adalah batuan beku yang ekstrusif, terbentuk dari solidifikasi magma yang terjadi di permukaan bumi. Biasanya basalt berwarna abu-abu atau hitam, karena pembekuannya cepat di permukaan bumi.

 

44

 Batu Diorit

 Diorit adalah salah satu jenis batuan beku dalam (Batuan Plutonis), bertekstur feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap. Batuan diorit mengandung feldspar plagioklas calsiksodik dalam jumlah yang besar dengan tipe sodik yang banyak.

 

45

 

Andesite (Andesit)
Rock type
 Andesite is an extrusive igneous volcanic rock of intermediate composition, with aphanitic to porphyritic texture. In a general sense, it is the intermediate type between basalt and rhyolite, and ranges from 57 to 63% silicon dioxide as illustrated in TAS diagrams
46

Batu Gabro 

 Gabro adalah batuan beku intrusif, berwarna gelap, dan tersusun atas kristal-kristal mineral yang berukuran kasar (coarse-grained). Batuan ini selalu berwarna hitam atau hijau gelap karena mineral utamanya adalah plagioklas dan piroksen. Gabro adalah batuan yang paling melimpah pada kerak samudera. Gabro memiliki berbagai kegunaan di industri konstruksi, biasanya digunakan sebagai "base material" (landasan) konstruksi setelah dilakukan proses penghancuran (stone crusher).

 

47

 

Batu Liparit

 jenis batu yang berasal dari golongan batuan beku atau batuan yang terbentuk oleh magma yang membeku atau mengeras. Liparit merupakan jenis batuan yang memiliki tekstur porfiris, dan biasanya batu Liparit ini memiliki warna putih. Batu Liparit tersusun oleh beberapa mineral seperti feldspar, kuarsa, biotit dan mineral- mineral lainnya yang berwarna gelap.

 

 48

Sandstone (Batupasir)
Form of rock
 Sandstone is a clastic sedimentary rock composed mainly of sand-sized mineral particles or rock fragments. Most sandstone is composed of quartz or feldspar because they are the most resistant minerals to weathering processes at the Earth's surface, as seen in the Goldich dissolution series.
49

Batuan Konglomerat

 Batu konglomerat adalah salah satu batuan yang ada dibumi. Batuan konglomerat termasuk dalam batuan sedimen. Batuan konglomerat juga menjadi salah satu batuan yang umum ada di bumi. konglomerat terbentuk dari pertikel kecil yang membentuk sedimentasi. Konglomerat bertekstur kasar, dan berbentuk besar. Rata- rata berukuran lebih dari 2mm. Batu konglomerat terdiri dari materi sedimen yang halus dan kasar. Materi itu berupa pasir halus dan kerikil yang mengendap.

 

50

 

Shale Rock
 Shale is a fine-grained, clastic sedimentary rock, composed of mud that is a mix of flakes of clay minerals and tiny fragments of other minerals, especially quartz and calcite. Shale is characterized by breaks along thin laminae or parallel layering or bedding less than one centimeter in thickness, called fissility
51

batu Gamping

 Gamping (bahasa Inggris: limestone) (CaCO3) adalah batuan sedimen yang tersusun dari mineral kalsit dan aragonit, yang merupakan dua varian yang berbeda dari kalsium karbonat (CaCO3). Sumber utama dari kalsit adalah organisme laut. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit di lantai samudra sebagai ooze pelagik (lihat lsoklin untuk informasi tentang dissolusi kalsit). 

 

52 

Batuan Breksi 

 Batuan breksi sedimentary adalah jenis batuan breksi yang terbentuk sudut-sudut subangular yang dipengaruhi oleh pergerakan acak dari fragmen-fragmen endapan. Fragmen-fragmen penyusun batuan breksi sedimentary belum bergerak terlalu jauh dari intinya, hal ini bisa dilihat pada sudut-sudut fragmennya yang berbentuk angular. Batuan breksi sedimentary biasanya ditemukan di sepanjang aliran sungai. kekuatan aliran sungai tempatnya berada berpengaruh pada ukuran butiran fragmen yang menyusun batuan breksi.

 

53 Batu Stalaktit

 
Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder (speleothem) yang menggantung di langit-langit gua kapur. Nah, inilah yang sering kita lihat ada di langit-langit atas gua. Sedangkan Stalakmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua, hasil dari tetesan air di langit-langit gua di atasnya, letaknya ada dibawah lantai gua.

 

  54 Batu Lempung

 Batu lempung mempunyai bentuk yang berbeda satu dengan yang lain. Hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat pembentukan batu lempung. Batu lempung yang pembentukannya di lingkungan danau berbeda dengan batu lempung yang terbentuk di laut. Pada umumnya, batu yang terbentuk di laut akan mengandung fosil binatang laut dan memiliki lapisan yang tebal. Selain perbedaan yang sudah disebutkan, batu lempung dapat dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan ada tidaknya proses pengangkutan (transportasi

 

  55 Moonbow

A moonbow is a rainbow produced by moonlight rather than direct sunlight. Other than the difference in the light source, its formation is the same as for a solar rainbow: It is caused by the refraction

 56 Fire Rainbows

Circumhorizontal arc
A circumhorizontal arc is an optical phenomenon that belongs to the family of ice halos formed by the refraction of sun- or moonlight in plate-shaped ice crystals suspended in the atmosphere, typically in cirrus or cirrostratus clouds
 
57 Waterfall Rainbows

58 

 

Fog bow

A fog bow, sometimes called a white rainbow, is a similar phenomenon to a rainbow; however, as its name suggests, it appears as a bow in fog rather than rain

 

59 Sun dog
A sun dog or mock sun, formally called a parhelion in meteorology, is an atmospheric optical phenomenon that consists of a bright spot to one or both sides of the Sun. Two sun dogs often flank the Sun within a 22° halo

60.Red Rainbow

 Red rainbows happen when the sun is on the horizon. They're created for much the same reason that a sunset or sunrise looks red. When the sun is low, its blue and green light is weakened by scattering during the long journey to your eyes through Earth's atmosphere. The red light travels through more directly.

 

61 Secondary Rainbows

 
A secondary rainbow is a fainter rainbow that appear outside of the primary. It is caused be light undergoing two internal reflections instead of one in the rain drops that form the primary rainbow.

 

62 Circular Rainbows

 
A rainbow is a meteorological phenomenon that is caused by reflection, refraction and dispersion of light in water droplets resulting in a spectrum of light appearing in the sky. It takes the form of a multicoloured circular arc. Rainbows caused by sunlight always appear in the section of sky directly opposite the sun.

 

63  Gempa Bumi tektonik adalah jenis gempa Bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng plat tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut Bumi. Gempa Bumi ini adalah jenis gempa yang paling sering dirasakan, terutama di Indonesia.

 

64 Gempa Vulkanik

 Gempa Vulkanik adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas magma oleh gunung berapi

 

 

65
Salju Prisma

 
Merupakan salju yang bentunya mirip dengan badan pensil kayu yang biasa kita pakai di indonesia. Salju jenis ini sangat tipis dan kecil sehingga sulit untuk melihat bentuk sempunanya dengan mata telanjang.

 66

Salju Stellar Plate

Merupakan salju tipis yang pentunya menyerupai piring dengan 6 lengan seperti bintang. Biasanya dihiasi dengan tanda-tanda pemisah antar bagian menjadi beberpa bagian simetris. Terbentuk ketika suhu antara -2 sampai -15 derajat selsius. 
67 Salju Sectored Plates
Merupakan jenis salju yang sisinya terbagi ke dalam enam bagian yang sama besar. 
68 Salju Stellar Dendrites
Merupakan jenis salju ukuran besar sekitar 2-4 mm yang bentuknya seperti pohon dengan cabang-cabang khusus. Salju dengan bentuk Stellar dendrites bisa dilihat dengan mata telanjang.
69 Salju Fernlike Stellar Denrites
Merupakan kristal salju terbesar dengan ukur mencapai 5 mm atau lebih. Berbentuk seperti pakis. 
70 Salju Hollow Columns
Merupakan jenis salju yang bentuknya seperti tabung dengan lubang kerucut di dalamnya. Bentuknya termasuk sangat kecil sehingga dibutuhkan kaca pembesar untuk melihat bentuk sempurna dari salju jenis ini. 
71 Salju Needles
Sesuai dengan namanya, salju jenis ini berbentuk seperti jarum atau rambut berukuran kecil. Biasanya terbentuk pada suhu 5 derajat.
72 Salju Capped Columns
Merupakan kristal yang terbentuk dari perubahan kristal-kristal salju jenis lain. Sangat sulit menemukannya di dalam hujan salju. 
73 Salju Double Plates
Perubahan dari capped collumns yang tingginya menyusut karena keadaan suhu. Terlihat seperti dua kepingan salju yang menempel satu sama lain.

74 Salju Split Plats 
Perubahan dari double plates, yaitu kepingan salju yang sudah tergabung sempurna membentuk keping baru. 
75 Salju Triangular Crystals
Merupakan jenis salju yang bentuknya seperti segitiga dengan 6 sisi yang sama. Sangat jarang ditemukan, terbentuk pada suhu -2 derajat celcius. 
76 Salju Sided Snowflakes
Merupakan jenis salju yang berbentuk seperti kristal kembar. 
77 Salju Bullet Rosettes
Nukleasi butiran es yang menghasilkan beberapa kristal dan terbentuk secara acak. Kadang menghasilkan kolom-kolom yang unik. Jika bentuknya terpotong akan menghasilkan kristal berbentuk peluru.
78 Salju Radiating Dendrites
 Merupakan jenis salju yang cabangnya lebih banyak daripada jenis lain. 
79 Salju Rimed Crystals
Bentuk dimana kristal salju di dalamnya masi terdapat butiran-butiran air. 
80 Salju Irregular Crystal
Sesuai dengan namanya, merupakan salju dengan bentuk yang sudah tidak beraturan, biasanya ditemukan berkelompok.

81 Upper Atmosphere Lightning. Transient Luminous Events (TLEs) are electrical discharges that occur in the upper atmosphere. Their blue and red colors arise from electron impact excitation of nitrogen and oxygen, with blue emission below 50 km and red above 50 km.

82 
Petir St. Elmo's Fire
Petir ini telah ada selama berabad-abad, di mulai dari sejarah Yunani kuno, Julius Caesar, Columbus dan Magellan. Setelah ada teori penangkal petir Franklin fenomena ini terlihat lebih jelas di tanah/darat, menyebabkan rasa takut sebagai api biru terinspirasi cerita roh dan hantu.


83 Petir Boom
Ball Thunder adalah fenomena alam yang aneh, dengan laporan peninjauan kembali ke Yunani kuno. Jenis yang paling umum adalah kilatan petir coret tapi petir ini menyebabkan ancaman terbesar terhadap kehidupan dan properti. Petir dapat di picu oleh berbagai peristiwa mulai dari ledakan termonuklir untuk meluncurkan roket seperti Challenger atau Apollo 12.


84 Petir Deadly
Di Amerika Serikat rata-rata 58 orang meninggal dunia setiap tahunnya oleh petir dan sekitar 250 orang bertahan hidup setiap tahunnya setelah di sambar petir namun sebagian besar mereka hidup dengan bekas luka permanen.


85
Petir Cloud Flashes
Ketika terjadi di awan terkadang kita dapat melihat garis di udara di sekitar badai. Itu di sebut petir awan ke udara atau di sebut Anvil Crawler. Petir juga dapat melakukan perjalanan dari awan ke awan. Ketika petir terlihat tertanam di awan dan sepertinya pada luminositas selama bagian petir, di sebut lembar pencahayaan atau intra awan petir. Banyak orang telah melihat petir yang panas tapi tidak mengatakan mendengar guntur. Namun guntur di kejauhan itu terlalu jauh untuk di dengar. Setiap kali terjadi petir maka selalu ada guntur.


86 Petir Cloud-To-Sea Lightning
Air adalah konduktor yang sangat baik, sehingga orang memilih untuk tinggal jauh dari laut, danau dan kolam khususnya selama ada badai petir. Dalam badai para pelaut beresiko terkena sambaran petir awan ke laut, selain angin kencang, tinggi, gelombang berombak dan hujan deras. Pelaut di anjurkan untuk mancari pelabuhan yang aman sampai badai berlalu dan memastikan kru mengenakan jaket.


87 Petir Re-strike
Petir ini terdiri dari 3-4 stroke individu tetapi mungkin memiliki lebih. Di pisahkan oleh 40-50 milidetik, menyebabkan efek "Strobe Light". Yang pertama adalah yang terkuat. Setiap stroke berturut-turut biasanya kembali menggunakan saluran debit diambil oleh stroke sebelumnya. Berkepanjangan oleh gemuruh guntur yang menyerang kembali.


88 Petir Mind-Blowing Beauty
Petir melalui udara memancarkan cahaya putih, tetapi dapat muncul sebagai warna yang berbeda tergantung pada kondisi cuaca. Karena kelembaban, kabut, debu dan semacamnya, petir jauh dapat muncul merah atau oranye dalam cara yang tidak sama saat matahari terbenam.


89 Petir Upper Atmospheric Ligthning
Walaupun jarang terlihat dengan mata telanjang, petir sangat istimewa, jarang terlihat seperti flash sprite merah, biru dan elf jet. Sprite lebar, berkedip lemah dalam badai. Sprite petir muncul seperti ubur-ubur raksasa dengan cahaya merah darah-biru panjang tergantung pada tentakel. Jet Blue sempit dan di tembak dari atas badai. Jet Blue lebih terang dari sprite dan pertama kali di rekam dari pesawat.


90  Petir Scary Powerfull Strike To Tower, Buildings
Biasanya selama badai, 80 % petir terlihat di awan dan 20 % di darat. Bangunan, menara dan titik tertinggi lainnya sering di sambar petir, karena listrik menemukan jalan dan perlawanan terendah. Petir turun dari langit ke bawah, tetapi bagian yang Anda lihat berasal dari bawah ke atas. Bisa menyerang tempat yang sama lebih dari sekali.


91
Petir Double Ligthning
Petir merupakan kekuatan alam yang mengesankan. Indah, sekaligus berbahaya. Lampu kilat biru-putih cemerlang petir disebabkan oleh panas yang ekstrim. Petir lebih panas dari permukaan matahari. Petir ganda memiliki ancaman yang berganda pula.


92 Petir Mulitple Strike & Long Exposure Photos
Ini adalah tipe dasar awan petir yang muncul untuk membubarkan menjadi string pendek, lampu, yang berlangsung lebih lama dari biasa. Petir terlihat agak seperti pita. Hal ini terjadi dalam angin badai dengan trafik tinggi dan stroke yang lalu. Angin bertiup kembali dalam satu baris ke setiap stroke, juga ke salah atu sisi belakang stroke sebelumnya, menunjukan efek dari pita. Pita staccato memiliki durasi stroke pendek, muncul sebagai petir tunggal sangat cerah dan sering memiliki dampak yang cukup besar.


93 Petir Rocket Lightning
Rocket kilat biasanya horizontal dan di dasar awan. saluran
Luminous muncul melalui udara dengan kecepatan visual tinggi, sering terputus-putus. Gerakan ini menyerupai gerakan roket. Ini adalah salah satu tipe yang paling langka.


94 Petir Volcanic Triggered Lightning
Petir dipicu vulkanik bukanlah sesuatu yang sering kita lihat. Setidaknya sebelum neraka meledak di Islandia. Ada tiga jenis pencahayaan vulkanik. Petir dapat di picu oleh letusan gunung berapi yang sangat besar, yang mengeluarkan gas dan material ke atmosfer. Jenis perantara dari ventilasi gunung berapi, kadang-kadang memiliki panjang 1,8 km. Lalu ada percikan petir jenis jauh lebih pendek dan hanya berlangsung beberapa milidetik.

95 Petir Sensational Volcanic-Lightning
Petir, api, es dan abu bersatu disini, vulkanik memicu petir terdengar sesuatu seperti tembakan senapan, sementara listrik yang diproduksi menghasilkan gemuruh panjang.

96 Hujan siklonal merupakan suatu jenis hujan yang terjadi atau terbentuk karena disebabkan adanya udara panas, suhu lingkungan yang tinggi dan juga sisertai dengan angin besar yang berputar- putar. ... Setelah kedua angin itu bertemu, kemudian angin tersebut naik dan menggumpal di atas awan yang berada pada garis equator

97 Hujan orografis Orography is the study of the topographic relief of mountains, and can more broadly include hills, and any part of a region's elevated terrain. Orography falls within the broader discipline of geomorphology

98 Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda suhunya. Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa udara dingin/padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan. ... Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi.

99 Hujan Muson (Hujan Musiman) Hujan ini adalah hujan yang terjadi akibat adanya pergerakan semu tahunan matahari dengan garis balik utara dan garis balik selatan. Hujan ini bisa turun pada waktu-waktu tertentu. Di Indonesia, hujan muson dikenal pada saat musim penghujan sekita bulan Oktober sampai bulan April.

100 Hujan zenithal (hujan konveksi)
   Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi. Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. ... Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu.

101  Acid rain (Hujan asam)
 Acid rain is a rain or any other form of precipitation that is unusually acidic, meaning that it has elevated levels of hydrogen ions. It can have harmful effects on plants, aquatic animals and infrastructure.

 102 Cloudburst (Hujan deras) A cloudburst is an extreme amount of precipitation in a short period of time, sometimes accompanied by hail and thunder, which is capable of creating flood conditions.Cloudburst can suddenly dump large amounts of water e.g. 25 mm of precipitation corresponds to 25,000 metric tons/km².

103 
Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semua es mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara subtropis, tetapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.
Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah pembekuan, di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.

104  Hujan Gerimis adalah presipitasi hujan ringan dengan turunnya air dalam jumlah kecil daripada hujan, yang umumnya lebih kecil dari 0.5 mm (0.02 in.) dalam diameter. Gerimis terjadi, disebabkan awan stratus kecil dan awan stratocumulus. Tingkat presipitasi gerimis terjadi dalam hitungan milimeter dalam sehari atau kurang yang jatuh hingga tanah. Sedikitnya tetes gerimis yang sampai tanah disebabkan evaporasi menyebabkan tidak dapat dideteksi oleh pengamat.

105   bulan sabit muda
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.

106  bulan Waxing Gibbous
Waning gibbous” adalah bulan lewat purnama, sekitar tanggal 18-an kalender bulan. Pada “waning gibbous” wilayah terang bulan semakin berkurang. Sementara itu, “waxing gibbous” adalah salah satu fase di mana wilayah terang semakin bertambah, menuju purnama.

107 Full moon (Bulan purnama)

The full moon is the lunar phase when the Moon appears fully illuminated from Earth's perspective. This occurs when Earth is located between the Sun and the Moon. This means that the lunar hemisphere facing Earth – the near side – is completely sunlit and appears as a circular disk

 

108  Bulan Wanning Gibbous

Waning gibbous” adalah bulan lewat purnama, sekitar tanggal 18-an kalender bulan. Pada “waning gibbous” wilayah terang bulan semakin berkurang. Sementara itu, “waxing gibbous” adalah salah satu fase di mana wilayah terang semakin bertambah, menuju purnama.

 

109   bulan Wanning Crescent

 Fase bulan sendiri terdiri dari 8 fase utama, yaitu fase bulan baru atau new moon, fase bulan sabit awal atau waxing crescent, fase kuartal pertama atau pertama quarter, fase waxing gibbous, fase bulan purnama atau full moon, fase wanning gibbous, dan fase kuartal ketiga atau third quarter hingga fase bulan sabit tua  


110 . Pasir Merah
Pasir merah atau suka disebut Pasir Jebrod kalau di daerah Sukabumi atau Cianjur karena pasirnya diambil dari daerah Jebrod Cianjur. Pasir Jebrod biasanya digunakan untuk bahan Cor karena memiliki ciri lebih kasar dan batuannya agak lebih besar.

111. Pasir Elod
Ciri ciri dari pasir elod ini adalah apabila dikepal dia akan menggumpal dan tidak akan puyar kembali. Pasir ini masih ada campuran tanahnya dan warnanya hitam. Jenis pasir ini tidak bagus untuk bangunan. Pasir ini biasanya hanya untuk campuran pasir beton agar bisa digunakan untuk plesteran dinding, atau untuk campuran pembuatan batako.

112. Pasir Pasang
Yaitu pasir yang tidak jauh beda dengan pasir jenis elod lebih halus dari pasir beton. Ciri-cirinya apabila dikepal akan menggumpal dan tidak akan kembali ke semula. Pasir pasang biasanya digunakan untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding.

113. Pasir Beton
Yaitu pasir yang warnanya hitam dan butirannya cukup halus, namun apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik sekali untuk pengecoran, plesteran dinding, pondasi, pemasangan bata dan batu.
114. Pasir Sungai
adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Biasanya pasir ini hanya untuk bahan campuaran saja .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 






Comments

Popular posts from this blog

serial

tukang sihir Leatherlips